IHSG TEMBUS 8118
IHSG Tembus 8.118: Optimisme Pasar dan Aksi Net Buy Asing Jadi Modal Kuat Pekan Depan
Penulis: Google Ai
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan pertama Oktober 2025 dengan momentum bullish yang kuat. Pada penutupan perdagangan Jumat (3/10/2025), IHSG menguat solid sebesar 0,59% atau 47,22 poin, parkir di level psikologis 8.118,30. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan sektor teknologi (3,09%) dan sektor perindustrian (2,46%), menandakan rally yang kuat di saham-saham big caps tertentu.
Kekuatan Modal Asing dan Stabilnya Rupiah
Indikator utama yang menunjukkan kepercayaan pasar adalah arus modal asing. Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp200 miliar di seluruh pasar. Aksi beli ini memberikan konfirmasi bahwa investor global tetap optimistis terhadap prospek ekonomi domestik di tengah sentimen global yang beragam.
Gairah pasar juga tercermin dari nilai transaksi harian yang masif, mencapai Rp22,99 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 45,5 miliar lembar saham. Selain itu, menguatnya nilai tukar Rupiah ke level Rp16.563 per dolar AS turut memberikan angin segar dan mengurangi risiko pelemahan pasar akibat capital outflow.
Pelemahan Saham: Sinyal Kehati-hatian Jangka Pendek
Di balik kinerja IHSG yang kokoh, investor tetap perlu waspada. Data menunjukkan jumlah saham yang mengalami pelemahan (403 emiten) masih lebih banyak dibandingkan saham yang berhasil naik (259 emiten). Fenomena ini, yang dikenal sebagai market breadth yang sempit, menandakan bahwa kenaikan indeks masih sangat bergantung pada pergerakan segelintir saham leader. Pelemahan ini bisa jadi sinyal bagi investor untuk melakukan profit taking jangka pendek setelah kenaikan tajam sebelumnya.
Misalnya, saham PT Sarana Menara Tbk (TOWR) anjlok -7,08% meskipun IHSG menguat. Ini menunjukkan bahwa pasar kini sangat selektif dan rawan koreksi di saham-saham yang telah mencapai puncaknya.
Menanti Ujian Data Cadangan Devisa
Secara keseluruhan, penutupan pekan ini memberikan modal positif. Namun, rally ini perlu diuji lebih lanjut. Fokus pasar pekan depan akan tertuju pada rilis data cadangan devisa September 2025. Data ini akan menjadi kunci untuk melihat sejauh mana bank sentral mampu menopang stabilitas Rupiah dan mempertahankan kepercayaan investor asing. Jika cadangan devisa kuat, optimisme di level 8.118,30 diperkirakan akan bertahan.
Komentar
Posting Komentar